Ramalan Suku Maya Ternyata Karena Salah Hitung – Suku Maya penah meramal 2012 akan terjadi Kiamat, namun prediksi suku Maya tersebut nyatanya tak terbukti kebenarannya hal tersebut dikarenakan salah penghitungan. Rupanya sebelum prediksi suku Maya, ramalan akhir dari dunia sudah ada sejak beberapa dekade lalu. Meskipun ramalan kiamat tersebut kerap kali gagal, namun tampaknya prediksi mengenai hari kiamat mampu menarik perhatiaan beberapa masyarakat, terlepas masyarakat tersebut mempercayai atau tidak.

Ramalan Suku Maya Ternyata Karena Salah Hitung

Sebenarnya, orang-orang Suku Maya tidak pernah memprediksi akhir zaman melainkan hanya waktu berakhirnya kalender mereka karena siklusnya telah habis. Eric Mack dari Forbes menuliskan, ini sama seperti orang tua kita yang membuang kalender lama tiap Desember. Ini bukan pertanda apapun kecuali hanya pertanda dimulainya tahun baru.

Paolo Tagaloguin dalam cuitan yang telah dihapus berpendapat, selama ini orang telah salah tafsir terhadap kalender Suku Maya. Semula, orang menafsirkan kiamat versi kalender Maya jatuh pada 12 Desember 2012. Padahal, di kalender Gregorian yang umum dipakai sekarang, ada 11 hari yang berkurang tiap tahunnya.

Rediksi tersebut dimulai dari kekeliruan dalam menerjemahkan prasasti yang ditemukan di situs slot gacor purbakala suku Maya di wilayah Tabasco, Meksiko.

Pembicaraan mengenai kiamat pun mencapai puncak dengan pemutaran film thriller berjudul “2012” pada 2009 lalu. Demikian dilansir dari judi slot online jackpot terbesar. Teori mengenai akhir dunia pun bermunculan, mulai dari kemunculan sebuah planet pengembara bernama Nibiru sampai eksperimen fisika Eropa yang membuat Bumi ditelan lubang hitam. “Orang seringkali khawatir pada hal-hal yang keliru,” ujar seorang fisikawan di Massachussets Institute of Technology (MIT), Max Tegmark.

Dia menambahkan, ketimbang mengkhawatirkan ramalan kuno, saat ini Tegmark justru khawatir bahwa kecerdasan komputer telah mulai hilang kendali.Terutama dalam beberapa dekade ke depan.

Terlepas dari tafsir kalender Suku Maya itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar masyarakat tidak terpengaruh. MUI menyebut berita itu tidak benar, karena tanda-tanda akan terjadinya kiamat belum ada.

“Karena tanda seperti yang ada dalam hadis nabi tersebut belum ada maka umat Islam diharap untuk tidak terpengaruh oleh berita-berita tersebut,” kata Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abas. Sekian Ramalan Suku Maya Ternyata Karena Salah Hitung.